Kesuksesan berbisnis online terletak pada bagaimana Anda mengoptimalisasikan penggunaan media sosial. Media sosial Twitter seringkali dipilih sebagai media berbisnis online. Tidak sedikit jumlah seller yang ‘heboh’ mempromosikan produk atau jasanya lewat Twitter, namun jumlah buyer yang diperolehnya tetap sedikit.
Menurut pebisnis dan blogger Álvaro J. Soltero, efektivitas promosi melalui media sosial Twitter dapat diukur melalui beberapa cara. Cara pertama adalah dengan mengamatiinteractions di akun Twitter Anda. Interactions dapat berupa retweet, mention, dan favorite.Yang menjadi poin penting bukanlah berapa banyak interactions di akun Twitter Anda, melainkan siapayang muncul di interactions akun Anda. Interactions akan berguna bagi bisnis Anda jika datang dari akun-akun yang menjadi target pasar Anda atau akun milik orang penting dengan jumlah followers yang banyak. Jika interactions akun Anda sedikit, maka Anda harus memperbaiki cara promosi Anda lewat Twitter. Artinya, promosi Anda tidak efektif. Jika interactions akun Anda banyak bahkan dipenuhi oleh akun milik orang penting, artinya cara Anda berbisnis lewat Twitter tergolong efektif.
Cara kedua adalah dengan mengamati seberapa sering publik meng-klik tautan tentang produk atau jasa Anda. Jika publik tidak meng-klik tautan tentang produk yang Anda jual, artinya ada yang salah dengan cara promosi Anda. Mungkin Anda nge-tweet dengan tidak menarik, tidak tepat waktu, atau tidak menggunakan hashtag dengan baik. Anda perlu memperbaiki pemilihan judul dan kalimat untuk posting menuju tautan produk Anda. Sebaliknya, jika publik sering meng-klik tautan produk Anda, artinya publik mendengarkantweet Anda atau bahkan menanti Anda nge-tweet tentang produk. Anda dapat menelusuri jumlah klik tautan Anda melalui situs Bit.ly.
Cara ketiga mengukur efektivitas promosi melalui Twitter adalah dengan menelusurihashtag Anda. Anda dapat mencatat seberapa sering hashtag Anda digunakan dan apa yang orang-orang katakan tentang produk Anda. Ini berguna untuk mengetahui bagaimana publik melihat bisnis Anda. Jika hashtag Anda sama sekali tidak pernah digunakan oleh publik sama sekali, artinya Anda kurang berpromosi mengenai produk Anda.
Ada kemungkinan, Anda akan menemukan tanggapan negatif atau kritik yang menggunakanhashtag Anda. Untuk kasus ini, Anda tidak perlu terpancing untuk marah atau membalas respon negatif tersebut karena jelas akan merugikan bisnis Anda.
Cara keempat adalah dengan memetakan demografi followers akun Anda.Penelusuran demografi ini dapat memberikan Anda laporan dan gambaran mengenai komunitas dan latar belakang followers Anda. Gambaran tentang komunitas ini menginformasikan apakah Anda mencapai target pasar yang tepat atau tidak. Memetakan demografi followers dapat dilakukan melalui situs SocialBro dan CrowdBooster.
***

No comments:
Post a Comment