Setiap penjual memiliki strategi masing-masing yang digunakan untuk berjualan online. Mulai dari mendapatkan pemasok barang hingga menjaring pelanggan. Berikut ini beberapa controh strategi dari para penjual online.
- Amy Zatiningsih (Goolali.com)Mendapatkan 150 hingga 200 transaksi per hari bukanlah perkara mudah. Amy dan sepuluh orang karyawannya menerapkan berbagai strategi. Ada beberapa strategi yang Amy lakukan. Salah satunya adalah bekerja sama dengan jasa ekspedisi atau pengiriman barang.“Saya kerja sama dengan dua jasa pengiriman barang. Jadi, ketika ada pesanan yang masuk bisa langsung diproses dan langsung mendapatkan resinya. Oleh karena itu, Goolali.com jarang lama meng-update resi pengiriman,” kata Amy.Amy juga selalu melakukan checking terlebih dahulu terhadap barang yang akan dikirim. “Semua barang kita periksa. Misalnya, bluetooth headset. Kami pastikan semua komponen headset tersebut berfungsi dengan baik,” perempuan yang berusia 23 tahun ini menjelaskan.Amy juga mau bersusah payah memotret ulang setiap barang yang datang dari pemasok. Hal ini dikarenakan Amy mengganggap foto produk itu penting. Menurutnya, foto produk asli yang diambil sendiri oleh penjual menandakan bahwa penjual tidak ada maksud untuk menipu pembeli.
- Hendri Kusuma Wardhana (Berkamera.com)Menjawab setiap pertanyaan dari pembeli dan memahami seluk-beluk soal kamera menjadi dua strategi utama bagi Hendri Kusuma Wardhana.“Semua (pertanyaan) saya ladenin. Kadang ada juga yang tanya tentang specs yang sebenarnya sudah jelas di deskripsi barang. Tapi tetap saya jawab,” kata ayah dua anak ini.Salah satu hal yang perlu digarisbawahi oleh setiap penjual menurut pria asal Banjanegara, Jawa Tengah, ini adalah pemahaman tentang produk yang dijual. Tujuannya, penjual bisa langsung menjawab pertanyaan calon pembeli dalam waktu singkat dengan akurat. Sehingga calon pembeli akan lebih yakin untuk melakukan transaksi di toko online tersebut.“Walaupun dagang kecil-kecilan, tapi kita harus menguasai (produk yang dijual). Misalnya, kalau ada calon pembeli yang bertanya, charger tipe A bisa cocok sama baterai tipe apa. Itu harus bisa langsung jawab. Kalau mereka tanya lewat SMS atau BBM, kita masih bisa lihat dulu, cari tahu dulu. Kalau telepon bagaimana? Kita ‘kanharus bisa langsung jawab,” Hendri menambahkan.Selain itu, Hendri juga bersedia membayar biaya lebih untuk menghindari kekecewaan pembeli. “Menurut saya, keuntungan itu tidak hanya duit saja. Nama baik juga. Apalagi jualan online,” kata Hendri.
- Herman Misfi (MJS)Herman Misfi telah menekuni jualan online sejak tahun 2011. Di tahun yang sama, Herman dapat membiayai persalinan caesar istri dan biaya incubator putranya dengan omzet yang ia dapatkan dari bisnis sepeda.Strategi pertama yang digunakan oleh Herman adalah selalu menggunakan kejujuran di setiap transaksi yang ia lakukan.“Pertama, kejujuran. Sering kali saya menemukan pembeli yang menggunakan layanan bank yang punya minimal jumlah transfer. Biasanya harus transfer minimal 50 ribu Rupiah. Padahal si pembeli hanya beli barang dengan harga 25 ribu misalnya. Kemudian, saya akan bilang, ‘Om, tetap transfer 50 ribu saja. Nanti kembaliannya saya masukkan ke dalam paket (barang)’. Nah, dengan cara seperti itu, mungkin, banyak (pembeli) yang senang. Jadi banyak yang kenal MJS,” Herman menjelaskan.Selain kejujuran, Herman berusaha menjaga loyalitas pelanggannya dengan mempertahankan kepercayaan mereka. Caranya, ia menomorsatukan kepuasan pelanggan.

No comments:
Post a Comment